EXHIBITION & BAZAAR ON PEKALONGAN BATIK – WORKSHOP BATIK CANTING & ‘WIRU’
SMALL EXHIBITION & BAZAAR FREE ……TEMUI PENGRAJINnya langsung
HANYA SABTU 18 MEI – MINGGU 19 MEI 2013 jam 10 – 15.00
WORKSHOP MEMBATIK bersama Ibu Indra Tj “GRIYA PENI’ – 18 – 19 mei 2013,
mulai jam 10.00 didahului dg presentasi ttg BATIK
- saputangan kecil 25×25 cm @ Rp 65.000
- saputangan besar 35×35 cm @ Rp 85.000
- scarf 25×105 cm @ Rp 155.000
- patung kayu yg lucu-lucu dari Rp 75.000 – Rp 110.000
BIAYA penggantian bahan MEMBATIK tidak termasuk makan siang
untuk Makan siang AYAM PANGGANG & sayur asem (resep dari Jawa Barat ) pre-order only @ Rp 25.000
BINCANG – BINCANG seputar BATIK 18 -19 MEI 2013 JAM 10.00 10.30
‘sharing’ & ‘presentasi’ Rp 50.000 termasuk makan siang
WORKSHOP MEWIRU KAIN 19 MEI 2013 jam 10.00 dimulai dg sharing ttg BATIK
@ Rp 50.000 termasuk makan siang (Kain membawa sendiri, kain batik apa saja silakan)
@ Rp 200.000 termasuk makan siang dan batik.
SILAKAN daftar dg sms 0817 1977 47 dg bu Indra Tj lalu transfer via BCA
Metrotvnews.com: Di balik kebiasaannya sehari-hari mengenakan kebaya dan jarit, serta mengajak orang membatik lewat komunitas Mbatik Yuuuk, Indra Tjahjani, 57, juga menyimpan lima gelar sarjana.
Indra bergelar insinyur dari ilmu arsitektur lanskap, sarjana sastra dari ilmu bahasa Inggris, master dari arsitektur lanskap, dan juga sistem informasi manajemen, serta doktor dalam bidang perencanaan lingkungan.
Selain itu, Indra mengabdikan lebih dari 30 tahun bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), termasuk memimpin program pembangunan jaringan teknologi informasi LIPI seluruh Indonesia hingga kemudian pensiun pada 2011.
“Saya pernah tertarik melamar jadi peneliti, dua kali, dan semuanya ditolak karena alasan yang tidak jelas,” kisah Indra.
Dari kecil, Indra mengaku terbiasa bersekolah sembari bekerja mencari uang. “Kemudian setelah dewasa, ingin merasakan kuliah yang dibiayai. Saya dapat beasiswa untuk S-2 di Melbourne University (Australia) dan S-3 di Canberra University (Australia),” tuturnya.
Pilihan program S-2 lainnya, yakni bidang sistem informasi manajemen, aku Indra, dipilih untuk bertahan hidup. “Saya mengambil S-2 sistem informasi manajemen itu karena kebutuhan pasar. Dengan itu, saya bisa menyekolahkan ketiga anak saya saat ayah mereka terkena pemutusan hubungan kerja tanpa pesangon,” cerita Indra bersemangat.
Kini, Indra masih aktif mengajar beberapa bidang yang sesuai gelar-gelarnya, antara lain, arsitektur lanskap, e-business, sistem informasi manajemen, termasuk bidang-bidang komunikasi, hubungan internasional, dan desain komunikasi visual.
“Jadi, benang merahnya dari pendidikan dan batik adalah selain peduli akan pelestarian warisan budaya, saya juga pendidik yang senang berbagi,” kata dia.
Di usianya sekarang ini, Indra mengaku masih menyimpan keinginan untuk kembali lagi ke bangku kuliah. Sekolah atau kuliah, bagi dia, bukanlah beban, melainkan jalan untuk menambah wawasan dan ilmu baru.
Saat ini, Indra mengaku tengah mencari beasiswa untuk program postdoctoral. “Saya punya keinginan untuk melihat Jepang sehubungan dengan postdoctoral itu, tapi entah kapan. Mengumpulkan data tentang batiknya belum selesai-selesai,” ucap dia seraya mengutarakan ingin mengambil pilihan bidang kuliah berikutnya yang berkaitan dengan batik, kecintaannya.
Editor: Retno Hemawati
I had share to everybody who watch CHANNEL NEWS ASIA
our website visitors and viewers from everywhere :
KAMI datangi 12 lokasi Pembatik di Pekalongan, setiap lokasi atau Desa mempunyai ciri khas sendiri
1. TIRTO village :
Batik with ‘colet’ (using brush) coloring method
Batik Traditional Printing (using stencil method)
The red one is the stencil
Left is the owner of the Batik workshop in Tirto
the workshop in Tirto, nice archtecture
2. Second location : KEDOENGWOENI – merupakan lokasi yg sudah menjadi LEGENDARIS, tempat lahirnya sang Maestro Batik Oey Soe Tjoen dan Liem Ping Wie, yg ada sekarang generasi penerusnya
sign di Batik Tulisnya
sayangnya kalau Batik Capnya tidak ada sign-nya padahal para pencintanya ingin juga punya Batik yg ada ‘sign’nya
kalap dot com
kalap dot com
everybody happy
3. SAMPANGAN Village :
Night & Day pattern from Sampangan
met other fesbukers
4. KAUMAN village, turun temurun menjadi pengusaha pembatik (generasi ke 3 )
with Lilla – Lariez Batik owner
HARI KEDUA :
MUSEUM BATIK PEKALONGA (sayang tidak sebagus beberapa tahun lalu waktu saya berkunjung, ada beberapa nama Batik yg perlu dikoreksi, sudah pernah kami sampaikan, tp nampaknya NO ACTION)
Di Liput TV Pekalongan, waaah ndak bisa nonton ya
lanjut ke KRAPYAK Village yg dahulu kala terkenal dg motif yg jadi ikon PEKALONGAN : Motif JLAMPRANG
jlamprang pattern
wood stencil
WIRADESA Village
membatik motif Jawa Baru, walau masyarakat lebih kenal dg nama Hokokai
kami lanjut ke PADEPOKAN PAK GURU SAPUAN di TUNJUNGSARI:
BATIK sebagai alat pemersatu semua pencintanya, Batik adalah karya seni, Batik adalah alat meditasi PENGENDALIAN DIRI
Mr Sapuan (wearing glasses) & Mrs Sapuan (wearing purple Hijab) and us
Januari 24, 2013 we were travel by train to Pekalongan Central Jawa, it was a nice journey
We arrived at 12.20 and directly check in in a small cozy hotel.
Here are the documentation :
infront Batik Museum in Pekalongan
To KEDUNGWUNI area, meet the second generation of Liem Ping Wie, Miss Liem Po Hien
Coloring the Batik with ‘COLET’ system
Ms. Liem Po Hien, Batik Liem Ping Wie - Kedungwuni successor
Drying
Visit Mr Sapuan, Batik Artist and owner of Batik Sapuan Indonesia at Tunjungsari village and we have a nice discussion.
Mr. Sapuan, Batik Artist told us the process of decided the Batik theme
Mr. Sapuan batikers
Mr. Sapuan agree with me that making Batik is a kind of MEDITATION
the style of holding the canting
The next day we went to Krapyak area, I really want to find the Ikon Pekalongan Pattern which is called JLAMPRANG, that no more left, it is SAD
JLAMPRANG pattern
style of holding canting
JLAMPRANG pattern, using Natural dye, indigofera sp.
Discussion in JLAMPRANG pattern with Mr. Umar Qoyiim, Batik expert
one of JLAMPRANG pattern
some of JLAMPRANG pattern
continue to CLUMPRIT village to meet Mr. Samsudin or ‘Le Oden’, Batik Artist (blue shirt & sarong)
visit WONOPRINGGO village, no more Batiker left, they moved onto different profession for better life…the Government should do something. Here are some documentation own by Mr. Faleh
Sido Mukti pattern
Visit MASINAN village :
to PAGENDON village : no more left, the batikers decided to work in the government while her mum open a small shop at home
the batik maker open a small shop in her house
Maestro Batik from Pagendon Village with hers
this is her last Batik (in year 2011, present for her daughter, in her daughter wedding)
The rich Batiker in Pagendon now is making Batik Textile in his factory.
Introducing Indonesian Heritage to World Physics Olympiad 2012 judges
here some documentation on it :
Hand written Batik from Yogyakarta area ‘Parang Rusak Barong Gurdo’ pattern which special for the Royal Family (in the past ordinary people may not wear it)
Hand written Batik from Solo area ‘Satrio Manah’ (literally means You are the only person in my heart) pattern, it shows the fine ‘cecek’ (small fine dot) and ‘ukel’ (small fine coma pattern)
Hand written Batik from Lasem of Rembang District – its called ‘Pagi Sore’ (or Night and Day), one piece of ’jarit’ (long skirt) have two pattern
Hand written Batik from Pekalongan – reproduction of Japanese era occupied Indonesia (1942-1945) its called HOKOKAI
Batik from Solo : ‘Sido Mukti’ pattern usually for Bride & Groom in their wedding day, means : asking to GOD for their forever love and happiness
Batik Solo : Truntum Gurdo pattern usually for both side parents in their children wedding day, means eventhough they had already married the parents still love and take care of them
Hand written Batik Pekalongan, theFlower pattern was influence by the Dutch when the Dutch occupied Indonesia
SELAMAT SORE INDONESIA - jelang pergantian tahun perkenankan kami sekeluarga beserta ‘MBATIK YUUUK ‘ dan ‘GRIYA PENI BATIK’ ucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2013 – semoga Allah swt memberikan Kedamaian dihati kita semua dan Sukses-sukses baru – GBU all :